Sabtu, 09 September 2017

CintaKima

Aku mengartikan semua ini, arti tentang kamu, serta tentang aku dan kamu.
Ya, kamu yang aku suka. Kamu yang membuat jantungku berdebar irregular. Kamu yang pertama berhasil membuatku kasmaran setelah sekian lama.

Kamu datang dengan tiba-tiba, mendekat dan membuatku terpesona. Lesung pipimu pancarkan aura ceria di tiap senyumanmu. Katamu begitu unik tak bosan ku akan hariku. Tertawa lepas layaknya sahabat dengan candaan kecil yang garing. Merebut waktu tidurku karena hayalan tentangmu selalu melintas di malamku. Kau berhasil merebut hatiku dengan semua yang ada pada dirimu.

Kamu bertanya banyak tentangku, tentng cintaku dimasa lalu. Aku jujur namun kau ragu. Aku tak ingin mengusik masa lalumu. Aku tak kan bertanya. Namun entah mengapa kau mulai menjauh setelah sekian banyak pertanyaan. Kamu yang mulai berubah

Kamu pergi entah kemana. Tenggelam dalam kesibukan atau egoismu.
Aku menunggu. Sesekali mengirim pesan berharap ada kabarmu.
Aku disini semakin merindukanmu. Aku mengharapkanmu. Aku mulai menata hati memberi ruang yang hangat. Berharap kau bisa mengisi dan tak pergi

Waktu berjalan , aku mencoba memahami situasi ini. Mungkin rasa ini palsu. Mungkin rasa ini hanya egoku untuk ingin dekat denganmu.
Mungkin situasimu sama dengan situasiku kemarin, aku mencoba memahami.
Rasa dimana  "bukan orang itu yang ku harapkan" dan rasa "bukan ingin mengabaikan tapi hanya memberi batas bahwa orang itu bukan takdirku".
Ya aku berkata seperti itu dan mungkin kau kini sama.

Aku kini akan mundur. Tak akan memaksamu ataupun memintamu sekedar menjadi temanku. Aku mundur agar kecewa ini tak tertahan lama dan membuatku sakit. Karena aku tahu bahwa"...
Cinta tak perlu dipaksa
Cinta tak perlu dikejar
Cinta butuh waktu
Cinta punya caranya sendiri
Cinta datang dan pergi sesukanya
Cinta bukan ke'egoisan
Cinta merelakan dia yang dicintai bahagia
Cinta kan tetap memiliki ruang di hati meski orangnya tak lagi ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar